Menulis Ide Sebelum Menyesal, Ini Dia Langkah Awal Berkarya!

Berapa kali Anda pernah terpikir sebuah ide luar biasa… lalu beberapa jam atau hari kemudian, Anda melupakannya begitu saja? Rasanya seperti kehilangan sesuatu yang seharusnya bisa jadi awal dari sesuatu yang besar. Di situlah pentingnya menulis ide sebelum semuanya terlambat.

Banyak orang berpikir bahwa untuk bisa berkarya, seseorang harus punya waktu luang yang banyak, perangkat yang lengkap dan memadani, atau inspirasi yang mengalir deras setiap waktu. Padahal, langkah awal berkarya itu sederhana yakni menuliskan idenya ke dalam satu media!

 

Menulis Ide, Gerbang Awal Menuju Karya!

Setiap karya hebat biasanya dimulai dari satu momen kecil nan sederhana. Bisa dari percikan pikiran yang muncul saat Anda makan di pinggir jalan, melihat sesuatu saat akan berangkat kerja, atau bahkan dari mendengar obrolan orang lain. Meski begitu, banyaknya ide tak akan menjamin jika Anda tidak menulisnya!

Perlu dicatat bahwa ide bukanlah benda tetap yang akan terus ada di dalam otak. Ia bisa berubah, menguap, bahkan menghilang jika tidak segera dicatat. Menulis ide berarti Anda memberi ruang bagi pemikiran itu tumbuh. Seiring waktu, catatan-catatan itu bisa menjadi awal dari cerita, sebuah aktivitas bisnis, atau bahkan buku!

Jika Anda membiasakan diri untuk menulis ide setiap kali ia muncul, Anda akan selalu bisa membaca catatan ide-ide tersebut untuk direalisasikan setiap saat. Tentu, hal ini akan membuat pekerjaan menulis jadi lebih efisien.

 

Menyesal Karena Tidak Menulis Ide? Anda Tidak Sendiri

Ada banyak cerita tentang penulis, pencipta lagu, bahkan entrepreneur sukses yang berkata: “Saya punya ide itu dulu, tapi saya lupa menuliskannya.” Penyesalan seperti ini umum terjadi. Bahkan bisa menghantui Anda selama bertahun-tahun.

Alasan paling sering muncul adalah karena terlalu meremehkan ide tersebut. Anda berpikir: “Ah, nanti juga ingat lagi.” Atau, “Nanti pasti akan ada ide lain yang muncul dan lebih bagus.” Namun nyatanya, tak ada satu pun ide yang berhasil direalisasi menjadi karya. Dan, perilaku ini akan selalu berulang jika Anda tidak membiasakan diri.

Maka dari itu, dengan menulis ide, setidaknya Anda sedang menyelamatkan kemungkinan bahwa ide itu akan tumbuh jadi sesuatu yang nantinya mampu berubah menjadi karya dan dibaca oleh banyak orang. Lalu, apa yang harus dilakukan? Mudah saja karena jawabannya hanyalah satu, yakni ”Catat!”

Anda bisa menuliskan ide di mana saja, tak harus buku catatan mahal atau aplikasi berbayar di ponsel. Karena inti dari aktivitas ini bukanlah berasal dari medianya, melainkan kebiasaan serta kesadaran untuk tidak membiarkan ide terlewat begitu saja.

Anda bisa mencatatnya di sticky notes, apllikasi catatan, bahkan di kertas bekas. Yang penting adalah membiasakan diri untuk tidak membiarkan ide berakhir sebagai ”mimpi kosong”. Namun, Anda tetap harus menyimpan catatan tersebut di tempat yang mudah diakses.

Setelah terbiasa dengan kebiasaan yang baru ini, Anda bisa mulai membuat sistem. Ide-ide pendek dicatat cepat, ide kompleks dikembangkan lebih lanjut. Yang penting, semuanya berawal dari keberanian menulis ide itu sendiri.

 

Menulis Ide Menjadi Buku

Banyak penulis sukses memulai kariernya dari kumpulan catatan kecil. Mereka tidak menunggu inspirasi besar, melainkan mengandalkan kebiasaan menulis ide setiap hari. Bahkan hanya satu kalimat pun cukup, selama ditulis dengan kesadaran.

Catatan yang Anda buat hari ini mungkin belum terasa penting. Tapi enam bulan lagi, ketika Anda membacanya kembali, bisa jadi ide itu berkembang jadi bab pembuka novel, artikel reflektif, atau outline podcast.

Kunci dari semua ini? Konsistensi menulis ide. Jangan menunggu ide itu menjadi sempurna dulu. Justru dengan menuliskannya, Anda sedang membentuknya jadi lebih jelas dan terarah.

Dituliskan saja dulu, urusan terpakai atau tidak bisa dipikirkan nanti-nanti. Mungkin suatu saat, Anda akan mengalami buntu ide sehingga bingung harus mencari inspirasi dari mana. Nah, ketika sudah punya catatan idenya, Anda bisa langsung membuka catatan tersebut dan mendapatkan ide dari sana.

 

Menulis Ide Adalah Bentuk Kepemimpinan Diri

Membiasakan diri untuk selalu menuliskan ide ke dalam bentuk catatan juga dapat membentuk kepemimpinan terhadap diri sendiri. Mengapa? Karena dengan mencatat ide Anda tidak menunggu inspirasi datang melainkan menciptakan arsip ide Anda sendiri. Ini artinya, Anda mampu mengelola diri dengan sebaik-baiknya.

Saat Anda sudah memiliki ”bank ide”, tidak akan ada lagi momen kehabisan bahan untuk menulis. Anda bisa dengan mudah memilih kapan dan bagaimana mengembangkan ide-ide tersebut, sesuai dengan konteks dan energi Anda saat itu. Kebiasaan menulis ide juga akan membuat Anda lebih peka terhadap informasi dan detail kecil.

 

Bagaimana Memulai Menulis Ide Setiap Hari?

Membentuk kebiasaan baru adalah hal yang sulit dilakukan karena butuh konsistensi. Nah, kalau Anda belum terbiasa menulis ide, berikut beberapa langkah praktis untuk memulainya!

1. Sediakan Alat Catat di mana pun Anda Berada

Langkah pertama yang harus dipersiapkan tentu saja alat catatan. Tidak harus mewah, yang penting mudah dijangkau. Anda bisa menggunakan catatan bekas di rumah atau aplikasi ”notes” di ponsel Anda.

2. Biasakan Mencatat Bahkan Ide-Ide “Bodoh”

Siapa yang peduli dengan ide Anda bodoh atau tidak? Orang-orang tidak akan menghakimi bahwa ide Anda kurang bagus atau tak layak. Karena terkadang ide terbaik justru datang dari hal yang kelihatannya konyol.

Contohnya saja buku Jakarta Sebelum Pagi. Secara general buku ini memiliki ide yang cukup aneh bagi sebagian orang. Namun, nyatanya buku ini sangat dicari bahkan banyak orang yang rela membeli versi bekas demi bisa menikmati buku Ziggy Z ini.

3. Jangan Tunda

Tahukah Anda bahwa ide dan logika adalah dua hal yang saling bermusuhan? Sebab, ide adalah bentuk kreatif dari pemikiran seseorang. Tentu, hasilnya bisa absurd, tidak masuk akal, dan penuh dengan misteri.  Sedangkan logika, adalah bentuk akal yang bersifat rasional.

Maka dari itu, saat ide muncul di kepala segera tulis di dalam catatan agar tidak ”dihancurkan” oleh rasionalitas kita.

4. Luangkan Waktu Khusus untuk Membaca Ulang Catatan

Ini penting untuk mengenali pola dan melihat potensi pengembangan ide. Meski tujuannya memang menulis ide setiap kali ia muncul, bukan berarti Anda bisa melupakannya begitu saja. Perlu dibaca ulang dan dievaluasi mana ide yang akan direalisasikan.

5. Jadikan Ini Sebagai Rutinitas

Seperti melakukan olahraga rutin yang Anda lakukan tiap minggu, menulis ide juga harus dijadikan sebagai rutinitas. Di masa awal, Anda bisa memulai brainstorming di pagi hari dan menuliskan ide saat menemukannya. Saat sudah mulai terbiasa, Anda bisa mencatat apapun ide yang keluar di kepala.

Semakin sering Anda melatihnya, semakin jernih cara berpikir Anda. Kreativitas bukan lagi sesuatu yang ditunggu-tunggu, tapi bisa dipicu lewat kebiasaan sederhana ini.

 

Mau Mulai Menulis Ide Hari Ini?

Banyak orang ingin menulis buku, tapi tak benar-benar merealisasikannya dengan baik. Entah karena tak memiliki kebiasaan ini atau aspek lainnya. Namun, saat Anda telah memiliki ide-ide yang tersimpan, setidaknya satu karya pasti terlahir dari sana.

Nah, sekarang pertanyaannya adalah maukah Anda menulis dan mengembangkan ide tersebut hari ini? Terlebih jika sudah banyak ide-ide yang dimiliki tapi tak ada satu pun yang terealisasi, pasti akan sia-sia saja, bukan?

Untuk mewujudkannya menjadi buku dibutuhkan banyak aspek lain mulai dari kemampuan, waktu, tenaga, pemahaman mengenai teknik dan gaya bahasa, bahkan target pemasaran buku nantinya. Semua proses ini jelas membutuhkan waktu yang panjang.

Tapi tenang, jika Anda memiliki segudang hasil dari menulis ide dan ingin mengembangkannya tetapi tak punya banyak waktu, Anda dapat mengandalkan https://jasapenulisprofesional.com/ yang mampu merealisaikan ide Anda menjadi buku berharga!

Bagikan Ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top