Jangan Sampai Ketergantungan AI! Inilah Solusi Menulis Buku Dengan Mudah

Saat ini, teknologi makin berkembang dengan pesat. Atas perkembangan itu, banyak orang yang terbantu pekerjaannya, salah satunya dengan pemanfaatan AI (artificial intelligence). Meski bersifat membantu, keberadaan AI juga dapat menjadi bumerang jika Anda berlebihan dalam menggunakannya atau istilah lainnya telah ketergantungan AI.
Salah satu pemanfaatan AI yang cukup familiar adalah untuk keperluan menulis buku, baik mencari ide ataupun menyusun tulisan. Apakah Anda salah seorang di antaranya? Di sini, akan dibahas kelebihan dan kekurangan penggunaan AI dalam proses pembuatan buku sehingga Anda bisa mengontrol diri dalam menggunakan teknologi satu ini.
Kemudahan Menulis dengan Bantuan AI
Perlu dipahami bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan alat pengganti. Artinya, teknologi canggih ini hanya berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti kreativitas dan pemikiran manusia. Dengan memahami hakikat AI, Anda bisa terhindar dari ketergantungan AI. Berikut ini aktivitas yang dapat dibantu oleh AI dan memudahkan proses menulis Anda.
1. Mencari Ide
Menggunakan teknologi untuk mencari ide bukan hal yang ilegal. Tentu, kembali lagi dengan kesadaran bahwa sebuah tulisan mestilah tetap berasal dari pemikiran original penulisnya. Maka, ide hasil pencarian AI hanyalah pemicu ide kreatif Anda, bukan sesuatu yang diambil mentah-mentah.
Misalnya, Anda mencari ide cerita fiksi berlatar belakang zaman kolonial, AI mungkin akan memberikan gambaran umum mengenai tokoh atau konflik. Namun, untuk menghasilkan karya yang bernyawa, Anda tetap perlu melakukan riset lebih lanjut, memahami konteks sejarah, serta menambahkan sudut pandang dan gaya penulisan khas Anda.
Jadi, setelah mendapatkan beberapa ide dari AI, lakukan pengembangan dan pendalaman. Buatlah ide itu lebih segar dan berbeda dengan menambahkan ide original Anda. Dengan melakukan itu, artinya Anda tidak sedang ketergantungan AI.
2. Mencari Informasi Pendukung Tulisan
Selain untuk mencari ide, AI juga mampu diandalkan dalam memberikan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan sebagai pendukung tulisan. Dengan kemampuannya mengakses dan merangkum berbagai sumber, AI dapat membantu penulis dalam mencari referensi, memahami tren terkini, hingga menyusun data yang relevan.
Namun, penting untuk tetap melakukan verifikasi dan analisis mendalam terhadap informasi yang diberikan karena hasilnya tidak selalu menjamin akurasi atau konteks yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Oleh karena itu, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu riset, sementara pemahaman kritis dan kreativitas tetap menjadi peran utama seorang penulis.
Ketergantungan AI yang Menjadi Ancaman
Setelah membahas kemudahan menulis dengan bantuan AI, kini mari bahas ancaman apa yang umum terjadi karena ketergantungan AI kepada orang-orang yang menulis buku. Hal ini penting untuk diketahui agar Anda lebih peduli dengan berharganya karya yang original. Berikut kekurangan penggunaan AI dalam dunia kepenulisan.
1. Kurangnya Orisinalitas dan Kreativitas
AI bekerja dengan cara mengolah data yang sudah ada, bukan menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Maka, hasilnya cenderung berbentuk pola atu struktur yang umum. Dengan begitu, tulisan akan kurang sentuhan khas, gaya unik, atau perspektif mendalam yang datangnya dari pengalaman penulis.
2. Potensi Plagiarisme
Ada kemungkinan tulisan yang dihasilkan memiliki kemiripan dengan karya lain karena AI mengambil referensi yang sumbernya tersedia di internet. Hal ini bisa menimbulkan masalah hak cipta yang berujung ke proses hukum. Oleh karena itu, setiap hasil tulisan AI tetap perlu dicek dan diberikan sentuhan tulisan oleh penulis untuk memastikan keasliannya.
3. Tulisan Kurang Menggambarkan Identitas Penulis
Akibat ketergantungan AI yang lain adalah tulisan yang tidak sepenuhnya menggambarkan ciri khas atau identitas penulis. Sebab, biasanya, pembaca akan mudah mengenali penulis dengan membaca karyanya. Namun, jika tulisan tersebut sebagian besar merupakan hasil AI, tidak ada kekhasan yang tampak dari karya yang dibuat.
4. Keterbatasan dalam Menuangkan Emosi dan Nuansa yang Dalam
Salah satu kelebihan sebuah karya, khususnya tulisan fiksi adalah kuatnya emosi dan nuansa yang dibangun pada tokoh serta cerita. Namun, hal ini akan kurang tertuangkan jika menggunakan AI. Penyaluran emosi dan nuansa yang dalam akan lebih bekerja jika dilakukan oleh manusia atau penulis itu sendiri.
Cara Menulis Buku yang Terjamin Tanpa Ketergantungan AI
Memang awalnya, pengguna AI untuk menulis buku diniatkan untuk membantu sekadarnya. Namun, banyak yang kemudian menjadi ketergantungan AI. Daripada menulis buku dengan hasil AI, ada cara lain yang hasilnya lebih terjamin, yaitu menggunakan jasa penulis profesional atau ghostwriter. Apa saja keuntungannya?
1. Ghostwriter Lebih Dari Sekadar “Pengetik”
Berbeda dengan AI yang menyusun tulisan berdasarkan sumber yang ada di internet, ghostwriter akan mampu mengembangkan ide dan tulisan tersebut sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, hasil tulisan ghostwriter akan lebih kaya karena tidak sekadar mengetik apa yang disampaikan klien atau merangkum teks di internet.
2. Mampu Menangkap Visi Klien Lebih Mendalam
Dalam menulis buku, tentu klien memiliki visi atau tujuan dari pembuatan buku tersebut. Ghostwriter mampu menggali keinginan tersebut. Ketika sudah memahaminya, tulisan pun akan diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Maka, hasilnya pun akan sesuai dengan visi sang klien atau pemiliki ide tulisan tersebut.
3. Dapat Memahami Gaya Bahasa dan Kepribadian Klien
Selain memahami visi, ghostwriter juga mampu mengetahui gaya bahasa dan kepribadian klien melalui pertemuan atau penggalian data yang dilakukan. Pengetahuan ini dapat membantu ghostwriter menulis sesuai dengan suara, karakter, atau gaya komunikasi klien. Tentu hal ini sulit ditangkap oleh AI, bukan?
4. Dapat Membantu Mengembangkan Ide Klien
Kelebihan menggunakan ghostwriter adalah karena bisa diajak mendiskusikan ide yang dibawa oleh klien dengan lebih dalam. Tentu ide yang dihasilkan tetap orisinal dan segar karena datang dari manusia yang memahami kebutuhan klien, bukan sebuah teknologi yang terbatas. Jadi, tidak perlu dan jangan sampai ketergantungan AI, ya!
5. Dapat Memberikan Usulan yang Masih Relevan dengan Keinginan Klien
Selain mengenai ide, ghostwriter juga bisa membantu memberikan usulan seperti konten, konsep buku, alur, dan lain-lain meski tanpa diminta. Sebagai partner menulis, ghostwriter memahami betul esensi buku yang sedang dikerjakan sehingga juga merasa bertanggung jawab untuk membuat buku sebaik mungkin.
6. Proses Cepat dan Terjamin Kualitasnya
Meski proses menulis menggunakan AI dianggap cepat, tapi kualitasnya belum terjamin, bukan? Maka, solusinya adalah menggunakan jasa penulis profesional. Buku yang dibuat akan terjamin kualitasnya dan tentunya terhindar dari masalah etika di dunia literasi. Prosesnya juga terhitung cepat jika dilihat dari hasilnya.
Waktunya Beralih ke Jasa Penulis Profesional
Dengan kelebihan-kelebihan yang sudah disebutkan di atas, bukankah lebih baik beralih ke jasa ghostwriter dibanding mengandalkan AI? Jangan sampai ketergantungan AI membuat buku Anda impi-impikan lahir menjadi karya yang biasa saja. Jika kesulitan menulis, andalkan saja ghostwriter dari http://jasapenulisprofesional.com. Hasilnya akan terjamin!
