Ini Dia Tantangan yang Anda Hadapi Ketika Menulis Buku Pertama

Menulis buku pertama adalah sebuah perjalanan yang sering kali jauh lebih menantang daripada ekspektasi. Banyak orang mengira menulis buku hanya soal menuangkan ide ke dalam kata-kata, padahanya nyatanya penuh dengan lika-liku. Sebab, menulis sebuah buku tak hanya soal teknis melainkan juga melibatkan mental serta konsistensi.

Perasaan-perasaan seperti ini pasti pernah dialami oleh penulis. Ada sebuah pengalaman yang membingungkan sekaligus menyenangkan. Di dalamnya terkandung rasa antusias tetapi juga bingung karena harus mulai dari mana. Nah, artikel ini akan membahas apa saja tantangan yang kerap dihadapi penulis saat akan menulis buku pertamanya!

Gambaran Perasaan Saat Menulis Buku Pertama

Jika Anda pernah menulis buku pasti tahu seperti apa dan bagaimana lika-liku dalam melakukan keseluruhan prosesnya. Namun, jika belum pernah, artinya Anda harus mencoba melakukan itu, setidaknya satu kali seumur hidup!

Sekarang coba bayangkan Anda duduk di depan laptop dan akan menulis paragraf pertama. Rasanya pasti sangat antusias, seolah ide berloncatan ke sana–sini. Lalu, tangan Anda akan mulai mengetik dengan cepat kata demi kata yang terpikir di kepala. Namun, antusiasme ini tak berlangsung lama.

Karena saat sudah mulai jauh menulis, Anda akan merasa jalan ceritanya mulai tak masuk akal, konsep mulai kabur, dan akhirnya Anda kehilangan arah. Lalu muncullah sebuah pertanyaan ”Apakah hasilnya sudah bagus? Kok aku merasa tulisan ini jelek?”

Tak hanya itu, di dalam prosesnya Anda juga akan merasa jenuh, cemas karena takut tidak diterima oleh pembaca, atau bahkan malas melanjutkan naskah. Sebagai seorang penulis, wajar hal ini terjadi. Namun, yang terpenting adalah bahwa Anda tidak bisa menyerah! Selain itu, tantangan-tantangan yang dihadapi lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Gagal Menulis Buku Pertama Hanya Karena Takut

Saat berencana untuk menulis buku pertama, perasaan paling wajar yang muncul adalah merasa tidak pantas. Ketika niat untuk berkreasi dan berkarya muncul, timbul satu pertanyaan, ”Apakah sudah pantas saya menulis buku?”. Apakah Anda merasakannya juga?

Rasa tidak percaya diri ini adalah musuh utama banyak penulis pemula. Anda merasa karya Anda tidak sebanding dengan buku-buku yang sudah beredar di pasaran, dan akhirnya Anda memilih untuk memunda rencana menulis buku pertama atau bahkan menyerah.

Solusinya? Anda hanya perlu menyadari bahwa semua penulis hebat pun dulunya juga menulis buku pertama dengan banyak lika-liku. Jadi, Anda hanya perlu berfokus pada proses belajar dan berkembang, bukan pada hasil akhir yang sempurna.

  1. Anggapan ”Yang Pertama, Harus Sempurna”

Hambatan kedua yang sering dirasakan adalah munculnya pemikiran ”harus sempurna”. Karena inilah, progress menulis Anda tak kunjung selesai. Anda pasti akan mengedit tulisan bolak-balik, tapi tak pernah melangkah ke halaman berikutnya.

Padahal, draf pertama tidak harus sempurna karena hanya bertujuan untuk menyelesaikan cerita. Lagipula siapa yang bisa menciptakan satu karya tetapi langsung bagus dan terkenal?

  1. Sulit untuk Konsisten

Menulis buku pertama membutuhkan konsistensi lebih dari sekadar semangat sesaat. Anda mungkin bersemangat di minggu pertama, tapi mulai kehilangan energi di minggu kedua, apalagi jika kehidupan mulai sibuk.

Solusinya adalah membuat jadwal menulis yang realistis dan memegang komitmen itu. Bahkan menulis 300 kata sehari pun akan membawa Anda lebih dekat ke garis akhir, asalkan dilakukan terus-menerus.

  1. Muncul Distraksi dari Luar

Selain hambatan yang berasal dari dalam diri, kendala lain yang biasanya dirasakan saat seseorang hendak menulis buku pertama adalah distraksi luar. Contohnya bisa berasal dari notifikasi ponsel dan pekerjaan utama yang mengharuskan Anda berfokus dan melupakan proses menulis.

Bisa juga berasal dari komentar orang lain yang tidak memahami proses kreatif Anda. Hambatan dari luar akan terus berdatangan, untuk itu Anda harus menentukan ruang dan waktu khusus untuk menulis. Pisahkan waktu bekerja dan menulis jika Anda memiliki profesi utama di luar kegiatan kepenulisan.

  1. Mulai Membandingkan Diri

Menulis buku pertama juga bisa terasa sangat berat ketika Anda terus menerus membandingkan tulisan Anda dengan karya penulis lain. Saat Anda membaca buku orang lain dan merasa milik mereka lebih kuat, hidup, dan menarik, Anda merasa pesimis.

Solusinya? Anda perlu mengingat bahwa yang Anda lakukan adalah menulis buku untuk pertama kalinya. Sedangkan, mereka mungkin sudah menulis buku ke-5 atau ke-10. Membandingkan pencapaian tentu boleh dan sah saja asal yang dibandingkan adalah diri Anda sendiri.

  1. Sulit Menemukan Inspirasi

Problematika yang tak kalah sering dirasakan adalah kesulitan dalam menemukan inspirasi. Situasi ini bisa makin parah ketika penulisnya tidak segera mencari dan hanya menunggu datangnya inspirasi saja.

Jika tak menemukan inspirasi, Anda tak lantas boleh berdiam diri. Pergi ke perpustakaan dan baca karya-karya penulis lain, atau jalan-jalan ke tempat baru yang mungkin bisa memicu datangnya inspirasi. Ingat bahwa buah pikiran hanya bisa datang saat Anda pemicunya.

  1. Kurang Jujur dalam Menyajikan Fakta

Kendala ini sebenarnya akan lebih sering dihadapi oleh para penulis buku biografi, atau memoar yang isinya mengenai fakta hidup. Beberapa penulis enggan jujur dan justru membual akan pencapaiannya di dalam hidup demi mempercantik konten buku biografinya.

Namun, cara ini sangat keliru dan berpotensi menjadi boomerang. Bagaimana jika orang lain tahu bahwa Anda tidak benar-benar mengalaminya? Bagaimana jika mereka tahu Anda membual? Jadi jika memang isi buku adalah fakta maka sampaikanlah, jangan menimbulkan kebohongan!

  1. Menulis Buku Pertama, Celah Overthinking

Berbicara soal overthinking pasti tidak akan ada habisnya. Terlebih saat menulis buku pertama yang membuat Anda berpikir terlalu jauh: “Apakah ini akan laku?” “Apakah orang akan suka?” “Bagaimana kalau dibenci?” Semua pertanyaan ini muncul bahkan sebelum naskah selesai.

Alih-alih membebani diri dengan ekspektasi tinggi, fokuslah pada satu tujuan yakni menyelesaikan tulisan Anda. Ingatkan diri bahwa menulis adalah langkah pertama, dan semua hal lainnya bisa dibenahi kemudian hari.

Nah, itu dia 8 hambatan yang mungkin saja dialami oleh seseorang saat dirinya hendak menulis buku pertama. Pengalaman ini bukan hanya tentang menghasilkan naskah, tetapi juga membentuk ulang bagaimana caranya Anda melihat dunia, berpikir, dan menyampaikan gagasan.

Tantangan ini justru akan menguatkan Anda. Karena saat Anda berhasil menaklukkan tantangan demi tantangan ini, Anda tidak hanya akan menyelesaikan satu buku, tapi membentuk fondasi untuk menjadi seorang penulis sejati.

Menulis Buku Pertama? Teruskan, Meski Tak Mudah

Namun, tak dapat dipungkiri bagi sebagian orang hambatan saat menulis buku pertama sangatlah sulit ditaklukkan. Meski begitu, perjalanan dalam mewujudkannya tak berhenti begitu saja. Masih ada banyak cara untuk dilakukan, karena tidak ada hal yang tidak mungkin.

Jika memang proses mewujudkan buku pertama Anda sangat sulit terlebih karena distraksi dari luar seperti pekerjaan, Anda bisa menggunakan jasa penulis profesional.

Melalui jasa ini, Anda bisa menulis buku pertama dengan proses yang lebih lancar, terarah dan sistematis. Ingin tahu informasi selengkapnya? Cek https://jasapenulisprofesional.com/ untuk arahan lebih lanjut!

Bagikan Ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top