Haruskah Bab Pertama Buku Biografi Tokoh Diawali dengan Masa Kelahiran?

Saat Anda memulai sebuah proyek penulisan buku biografi tokoh, salah satu keputusan struktural paling awal dan penting yang Anda hadapi adalah: di mana Anda harus memulai kisah ini? Benar atau tidak?
Secara tradisional, buku biografi memang sering kali dimulai dengan bagian awal dari kehidupan, yakni kelahiran, latar belakang keluarga, dan pencapaian awal. Pendekatan ini disebut dengan urutan kronologis. Namun, apakah buku biografi tidak bisa diawali dengan puncak pencapaian? Haruskah bab awal dimulai dengan bab kelahiran?
Tak Selamanya Buku Biografi Tokoh Dimulai dengan Kelahiran
Jikalau Anda selama ini bertanya-tanya apakah buku biografi tokoh tak boleh dimodifikasi, khususnya di bagian awal. Maka jawabannya adalah tentu saja boleh! Anda boleh menggunakan jenis plot atau pengaluran yang berbeda.
Karena sebenarnya pendekatan kronologis yang cukup sering digunakan (lahir pada tahun X di tempat Y) sangat berisiko untuk membuat pembaca bosan sebelum mencapai bagian puncak. Padahal, tujuan penulisan buku biografi harus segera menunjukkan mengapa kisah ini penting bagi para pembaca.
Maka, kenali teknik yang juga mulai dilirik oleh banyak penulis. Yakni metode In Medias Res dalam bahasa latin yang artinya di tengah-tengah peristiwa. Jadi, teknik ini akan memulai biografi tokoh di tengah-tengah momen paling dramatis, intens, atau transformatif dalam kehidupan subjeknya. Yang keunggulannya adalah sebagai berikut:
1. Menarik Perhatian Seketika:
Ketika seorang penulis membuka cerita dengan adegan krisis, penemuan besar, atau titik balik emosional, pembaca akan langsung tertarik untuk terus membaca. Misalnya, saat tokoh menghadapi kegagalan finansial besar atau berdiri di atas panggung untuk menyampaikan pidato penting yang mengubah hidupnya.
2. Menciptakan Rasa Urgensi
Memulai dengan klimaks membuat pembaca merasa ada sesuatu yang dipertaruhkan oleh si tokoh biografi. Mereka akan bertanya, ”Bagaimana caranya tokoh ini bisa berada di titik ini?”. Dari rasa ingin tahu inilah yang akhirnya memaksa mereka untuk terus membaca bab berikutnya.
Nah, itu dia adalah metode In Medias Res yang mungkin bisa Anda coba ke dalam penulisan buku biografi tokoh. Namun, bukan berarti penggunaan alur kronologis tidak bisa menarik pembaca ya! Teknik ini digunakan pada momen tertentu, sehingga bukan berarti tidak berguna.
Kapan Urutan Kronologis Masih Relevan?
Meskipun, teknik In Media Res dinilai lebih efektif, ada kasus-kasus tertentu di mana memulai dengan masa kelahiran masih menjadi pilihan yang valid di dalam penulis buku biografi tokoh. Biasanya, karena memiliki dua ciri khas ini:
1. Kisah Transformasinya Luar Biasa
Jika masa kecil tokoh tersebut benar-benar unik, penuh dengan kesulitan yang ekstrem, atau merupakan kunci untuk pembaca memahami karakter tokoh di kemudian hari, maka memulai dari masa kelahiran bisa lebih efektif daripada In Medias Res.
Contohnya, jika subjek tumbuh di zona perang atau menghadapi kesulitan yang membentuk etos mereka secara fundamental. Maka gunakan saja alur kronologis.
2. Konteks Sejarah yang Krusial
Jika kisah biografi tokoh tersebut terjalin erat dengan kondisi sejarah di masa kelahiran mereka (misalnya, lahir di tengah depresi ekonomi besar seperti kejadian tahun 1998), maka memberikan konteks kelahiran di awal akan menjadi pilihan terbaik.
Namun, saat menggunakan alur ini Anda harus tetap memastikan narasi masa kelahiran disajikan secara menarik, penuh konflik, dan bukan hanya daftar tanggal serta nama. Lantas, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana sih cara yang paling menarik untuk membuka bab biografi?
Strategi Membuka Bab Pertama Biografi Tokoh yang Efektif
Jika Anda memutuskan untuk menghindari pendekatan kelahiran yang klise, ada beberapa alternatif yang bisa Anda pertimbangkan saat menulis biografi tokoh:
1. Momen Kunci (Defining Moment)
Di teknik ini, Anda bisa mulai dengan adegan di mana tokoh tersebut membuat keputusan paling penting dalam hidupnya. Keputusan ini mungkin terlihat kecil saat itu, tetapi mengubah seluruh lintasan hidupnya.
Misalnya, momen ketika memutuskan berhenti dari pekerjaan stabil untuk mengejar impian yang sangat berisiko.
2. Akhir Kisah yang Menggantung (Cliffhanger)
Anda dapat memulai dengan adegan di mana subjek berada di puncak ketenaran, kekayaan, atau kekuatan, dan kemudian langsung memotongnya dengan kalimat foreshadowing yang mengisyaratkan kehancuran atau kejatuhan yang akan datang.
Melalui teknik ini, Anda mampu menciptakan ketegangan yang membuat pembaca ingin tahu bagaimana semuanya bisa salah atau bagaimana mereka mencapai level tersebut.
3. Filosofi atau Anekdot Mini
Atau, Anda juga bisa mulai dengan anekdot tunggal yang sangat kuat atau sebuah quote yang secara sempurna merangkum filosofi hidup tokoh tersebut. Anda kemudian dapat menggunakan anekdot ini sebagai lensa untuk menganalisis seluruh perjalanan hidupnya.
Intinya, dalam penulisan biografi tokoh, bab pertama harus menjadi hook atau kail yang membuat pembaca tidak bisa melepaskan diri. Setelah Anda berhasil memikat mereka, barulah Anda bisa kembali ke masa kelahiran dan mengisi detail kronologisnya.
Dari Data Mentah ke Bab Pembuka yang Memukau
Anda kini sudah tahu bagaimana cara yang tepat untuk mengawali buku biografi tokoh. Kami paham bahwa Anda ingin biografi Anda langsung memikat pembaca, tetapi mengidentifikasi momen In Medias Res yang sempurna dan kemudian menyusunnya secara flashback membutuhkan keahlian naratif yang sangat tinggi.
Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang itu. Belum lagi masalah waktu yang sempit sehingga proyek untuk menulis biografi sering kali terlupakan. Kami mengerti hal-hal ini.
Maka dari itu, kami di sini hadir sebagai teman Anda untuk mewujudkan proyek yang mangkrak tersebut. Jika Anda merasa bahwa keadaan Anda saat ini cocok untuk kami dampingi, maka jangan ragu untuk menghubungi https://jasapenulisprofesional.com/ agar penulisan buku biografi tokoh Anda tidak terlupakan begitu saja.
